Jakarta. 11 September 2026. Maraknya informasi yang beredar terkait penyalahgunaan narkotika dan obat-obat terlarang terutama pada lingkungan remaja membuat kita tidak bisa mengabaikan terhadap permasalahan ini. Oleh sebab itu, diperlukan tindakan untuk mencegah penyalahgunaan yang semakin melebar ke berbagai kalangan. Pemerintah Indonesia melalui Badan Narkotika Nasional atau BNN melakukan penyuluhan dan sosialisasi kepada lingkungan pendidikan dengan tujuan untuk pencegahan dini terhadap penyalahgunaan narkoba dan dampak negatif yang akan ditimbulkan.
Kamis 10 September 2026, BNN melakukan sosialisasi tentang Anti Narkoba dan Zat Adiktif, pada kegiatan ini BNN juga melakukan tes urin untuk siswa SMA YAPPENDA. Kegiatan ini terlaksana di ruang Teater SMA YAPPENDA mulai pukul 08.30-Selesai. Selain siswa/I, guru dan Karyawan SMA YAPPENDA juga ikut terlibat dalam kegiatan tes urin tersebut.
BNN mendatangkan pemateri yang menyampaikan informasi-informasi penting terkait jenis-jenis narkotika dan bahaya dari masing-masing zat adiktif tersebut. BNN juga mengajak peserta untuk peka terhadap lingkungan sekitar yang berpotensi membawa hal-hal buruk terkait Narkotika dan Zat adiktif lainnya. BNN juga menyebutkan bahwa salah satu tugas BNN dalam menanggulangi penyalahgunaan narkotika adalah dengan melakukan rehabilitasi. Hal ini untuk mengedukasi siswa SMA YAPPENDA agar tidak takut melapor ke pihak berwajib jika menemukan lingkungan atau kenalan yang butuh rehabilitasi.
Lingkungan pendidikan atau sekolah merupakan gerbang utama pendidikan dan pembekalan bagi generasi muda terhadap hal-hal yang perlu dihindari. Sekolah harus menjadi wadah bagi siswa untuk mendapat pengetahuan diluar bangku sekolah, selain itu sekolah harus menjadi rumah yang aman bagi mereka yang belum terpapar atau ingin sembuh dari narkotika.
Penulis :
Marcell Kevin Parulian Sihombing – X3 (Siswa KPB Divisi Buletin)



